Penularan Corona Lewat Uang, Dinas Terkait Tolak Tutup Pasar Dan TPI
Suasana TPI Tasikagung, Rembang. (Foto atas) Pintu utama Pasar Rembang.
Suasana TPI Tasikagung, Rembang. (Foto atas) Pintu utama Pasar Rembang.

Rembang – Semenjak ramai antisipasi penyebaran virus corona, muncul pertanyaan apakah pasar dan tempat pelelangan ikan (TPI) di Kabupaten Rembang harus ditutup ? Apalagi setelah muncul informasi, penularan corona banyak disebabkan dari uang, saat transaksi jual beli.

Saat berlangsung rapat antisipasi pencegahan virus corona di lantai IV Gedung Sekretariat Daerah (Setda) Rembang, hari Senin (16 Maret 2020), Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kabupaten Rembang, Akhsanudin menjelaskan pasar yang dikelola Pemkab sebanyak 14 lokasi, sedangkan sebagian lainnya dikelola desa. Menurut Akhsanudin, kalau pasar ditutup atau ada isolasi, maka yang perlu dipikirkan kesiapan stok bahan pangan.

“Yang jadi perhatian adalah stok bahan pangan, terutama untuk 14 hari kedepan. Harus dicek persediaannya seperti apa, “ ungkapnya.

Akhsanudin menambahkan hilir mudik pengunjung pasar sangat ramai. Transaksi jual beli dengan pembayaran uang juga rentan terhadap penularan virus corona. Bahkan 70 % penularan melalui uang. Meski demikian pihaknya belum berani mengambil langkah-langkah, apalagi jika sampai menutup pasar.

“Ada saran kalau menerima uang kembalian, tidak langsung diterima dengan tangan. Tapi pakai plastik. Setelah itu dipanaskan di bawah terik sinar matahari 30 menit, biar virusnya mati. Ada yang sampai seperti itu. Soal pasar ini bagaimana, perlu didiskusikan lebih lanjut, “ ujar Akhsanudin.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz berpendapat sebaiknya jam operasional pasar dibatasi.

“Hanya 5 atau 6 jam misalnya, nanti kita rumuskan. Yang jelas kebersihan pasar harus ditingkatkan, “ terangnya.

Sementara itu, Suparman, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Rembang menyatakan belum berani menghentikan aktivitas pelelangan ikan di TPI. Begitu dihentikan, maka dinas harus sudah mempunyai solusi yang akan disampaikan kepada masyarakat. Apalagi penanganan ikan harus cepat, supaya tidak membusuk.

“Muda-mudahan Covid 19 takut masuk TPI, karena bau amis dan asin. Katanya elektrolit garam bisa menahan corona, “ beber Suparman.

Menyikapi kondisi tersebut, pengelola TPI didorong menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun, sebagai salah satu bentuk pencegahan penularan virus corona. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *