Munas Alim Ulama Mendadak Ditunda Karena Corona, Apa Imbasnya Bagi Tuan Rumah ?
Spanduk mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas Alim Ulama & Konferensi Besar NU sudah banyak terpasang di Rembang. Namun acara tersebut ditunda sampai waktu yang belum diketahui.
Spanduk mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Munas Alim Ulama & Konferensi Besar NU sudah banyak terpasang di Rembang. Namun acara tersebut ditunda sampai waktu yang belum diketahui.

Sarang – Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama yang sedianya akan berlangsung tanggal 18 – 19 Maret 2020 di Pondok Pesantren Al Anwar Sarang, Kabupaten Rembang ditunda sementara waktu, karena pengaruh wabah virus Corona.

Menurut surat dari Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU), langkah tersebut bukan karena kepanikan, namun semata-mata demi kemaslahatan bersama, sekaligus membantu upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan virus membahayakan itu.

Majid Kamil, Ketua DPRD Rembang yang juga merupakan pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang mengaku kaget atas penundaan tersebut. Apalagi alasannya terkait virus Corona. Bahkan menurutnya Wakil Presiden dan Menteri kesehatan juga ikut terkejut.

“Yang kami ketahui dalam rapat PBNU sebelumnya, sudah diputuskan Munas alim ulama jalan terus. Tiba-tiba kok dibatalkan. Pak Wapres maupun pak Menteri Kesehatan sendiri juga kaget, karena pak Menteri dan pak Wapres mengharapkan Munas di Sarang selayaknya tetap diadakan, “ tuturnya.

Ia berpendapat jika Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama tetap diadakan sesuai jadwal, justru akan mengurangi ketakutan masyarakat terdahap virus Corona. Sebaliknya, begitu dibatalkan, bisa saja akan membuat masyarakat semakin takut. Meski demikian, apabila penundaan itu atas dasar perintah Presiden, ia bersama keluarga selaku tuan rumah akan legowo menerima.

“Waspada perlu, tapi jangan takut berlebihan menyikapi Corona ini. PBNU sendiri belum menyampaikan penjelasan langsung kepada kami. Cuman jika pak presiden instruksikan PBNU untuk menunda, ya kami dan keluarga akan patuh, “ kata Majid Kamil.

Majid Kamil membenarkan persiapan Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama sudah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya. Setelah ditunda, banyak yang kecewa. Menyangkut penginapan maupun konsumsi, semua harus dibatalkan.

“Alumni Ponpes Al Anwar Sarang banyak yang kecewa. Bantuan dari salah satu anggota DPR juga sudah disampaikan, lokasi juga sudah ditata sedemikian rupa. Kabarnya mau ada perwakilan PBNU mau datang ke Sarang. Kami dari keluarga, nanti sehabis Maghrib juga mau ada kumpulan, “ imbuhnya.

Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama semula akan dihadiri sekira 2 ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Termasuk Wakil Presiden, Ma’ruf Amin dijadwalkan juga akan datang.

Belakangan ini pemerintah menyarankan masyarakat untuk membatasi forum-forum kegiatan yang bisa mendatangkan kerumunan massa dalam jumlah banyak. Hal itu karena dikhawatirkan dapat memicu penularan virus Corona. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *