6 Meninggal Dunia, Warga Kisahkan Detik-Detik Evakuasi Korban
Polisi menggelar olah TKP lanjutan di jalur Pantura Desa Punjulharjo, Senin pagi. (Foto atas) Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Sri Martini menunjukkan mobil Terios yang terlibat kecelakaan.
Polisi menggelar olah TKP lanjutan di jalur Pantura Desa Punjulharjo, Senin pagi. (Foto atas) Kasat Lantas Polres Rembang, AKP Sri Martini menunjukkan mobil Terios yang terlibat kecelakaan.

Rembang – Kecelakaan maut yang terjadi di jalur Pantura Semarang – Surabaya, Desa Punjulharjo Kec. Rembang Kota, Minggu sore (08/03) menelan korban meninggal dunia sebanyak 6 orang.

Kecelakaan melibatkan mobil Daihatsu Terios dan dua truk tronton. Menurut hasil olah TKP petugas Satuan lalu Lintas, awalnya mobil Terios melaju dari arah Surabaya (timur) ke barat. Mobil dikemudikan Solikhun (43 tahun), warga Desa Berahan Wetan Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Sopir dan penumpang, totalnya ada 9 orang, merupakan rombongan keluarga dari Demak dan Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori, baru saja pulang menghadiri pesta pernikahan di rumah kerabatnya di Surabaya, Jawa Timur.

Sesampainya lokasi kejadian, mobil tersebut diduga menyalip kendaraan lain. Namun dari arah berlawanan, melaju truk tronton B 6199 UZ yang dikemudikan Muhammad Zaenuri (40 tahun) warga Desa Sumberagung Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Karena jarak sudah sangat dekat, akhirnya mobil Terios warna putih ini langsung menghantam truk tronton. Pasca tabrakan, bak truk tronton B 6199 UZ diseruduk truk tronton lain yang berjalan di belakangnya.

Muhammad Panuri, seorang warga di dekat lokasi kejadian menceritakan kondisi mobil Terios ringsek, sehingga mengakibatkan banyak korban terjepit. Paling lama ketika harus mengevakuasi sopir mobil.

“Yang sopir mobil sampai setengah jam terjepit. Nggak ada air bagnya, jadi langsung kena kemudi. Kalau yang penumpang di belakang, kursinya saya tarik dulu, baru bisa mengangkat korban, “ ujar Panuri.

Dalam peristiwa kecelakaan itu, 5 orang korban meninggal dunia sempat disemayamkan di kamar mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. R. Soetrasno Rembang. Kepala Bidang Pengembangan Dan Informasi RSUD dr. R. Soetrasno, Nurdin Fahrudi menyatakan seluruh jenazah pada Minggu malam dibawa ke Demak.

“Malam itu langsung dibawa ke rumah duka di Demak, sesuai permintaan pihak keluarga, “ tandasnya.

Sementara itu, ada 1 korban anak-anak yang mengalami luka berat menjalani perawatan di RSI Arafah Rembang. Senin pagi dini hari saat waktu Subuh, menghembuskan nafas terakhir, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 6 orang.

“Ya benar, ada 1 pasien anak-anak dari kecelakaan TKP Punjulharjo yang meninggal dunia, “ kata pegawai Bagian Informasi RSI Arafah.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, AKP Sri Martini menjelaskan pihaknya Senin pagi menggelar olah TKP lanjutan, guna mendapatkan data-data lebih rinci, terkait peristiwa tersebut. Petugas Satlantas juga menggandeng tenaga ahli dari Dishub, guna mengetahui kelaikan jalan truk tronton.

“Untuk sementara posisi mobil Terios kurang menguntungkan, karena menyalip. Tapi siapa yang salah, baru bisa diketahui berdasarkan hasil gelar perkara, “ terang Martini.

AKP Sri Martini menambahkan selama ini jalur Pantura Desa Punjulharjo yang merupakan titik perbatasan Kecamatan Rembang Kota dengan Kecamatan Lasem, terkenal sebagai daerah rawan kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, kondisi jalan lebar dan mulus, kerap membuat pengguna jalan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati, ketika melintasi jalur ini.

“Kita akan tambah rambu peringatan dan koordinasi dengan Bina Marga, supaya mampu menekan angka kecelakaan di jalur tersebut, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *