Rembang Siaga Corona, Berapa Orang Yang Kini Diawasi ?
Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang menjadi rujukan awal di Kabupaten Rembang, apabila ada pasien terjangkit virus Corona.
Rumah Sakit dr. R. Soetrasno Rembang menjadi rujukan awal di Kabupaten Rembang, apabila ada pasien terjangkit virus Corona.

Rembang – Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang mengerahkan seluruh kekuatan Puskesmas dan rumah sakit, untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Saat ini di Kabupaten Rembang, kurang dari 10 orang yang masuk dalam status pengawasan, terkait virus berbahaya tersebut. Pengawasan akan berlangsung selama 14 hari.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofii, Selasa sore (03 Maret 2020) menjelaskan orang-orang yang dipantau meliputi warga menjadi mahasiswa di China dan sekarang kembali pulang ke Rembang, kemudian anak buah kapal (ABK) kapal asing usai berlayar di negara yang terjangkit virus Corona, kebetulan saat ini juga pulang.

“Ada mahasiswa dari China pulang, kemudian ada ABK dari Korea pulang ke Rembang. Kita lakukan pengamatan, serta pengawasan, “ ujarnya.

Selain itu, pihaknya sedang memantau warga negara China, Jepang dan beberapa warga negara asing yang datang ke Rembang, untuk keperluan bisnis maupun berwisata. Meski demikian, Ali memastikan sampai dengan Selasa sore belum ada yang dicurigai terjangkit virus Corona.

“Tenaga kerja atau wisatawan yang masuk ke Kabupaten Rembang, senantiasa kita pantau. Apalagi dari negara-negara yang sudah terjangkit Corona, “ imbuh Ali.

Ali Syofii menambahkan Bupati Rembang sudah mengeluarkan surat edaran, guna siaga menghadapi penularan virus Corona. Puksesmas diperintahkan melakukan pengamatan pasien dan sosialisasi ke desa-desa.

Sedangkan untuk rumah sakit umum daerah (RSUD), selain memantau pasien yang datang, juga diperintahkan membuat Posko Kewaspadaan Corona dan menyiapkan ruang isolasi perawatan bagi pasien terduga terpapar Corona.

“Ini semua sudah gerak mas. Surat edaran pak Bupati mengarah ke Puskesmas dan rumah sakit, agar mereka siap siaga. Puskesmas laporan tiap hari, setidaknya jam 10.00 pagi sudah kami terima, untuk kita teruskan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah. Khusus ruang perawatan, sudah disepakati RSUD menjadi rujukan awal pasien, “ tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengumumkan 2 orang warga Indonesia positif terjangkit virus Corona, setelah kontak dengan warga negara Jepang. Kedua pasien tersebut menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Depok, Jawa Barat. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *