Bupati Tanyakan 3 Hal Soal Tower Listrik Ambruk, Begini Jawabannya
Upaya petugas PLN lembur hingga malam hari, guna menangani saluran udara tegangan tinggi yang ambruk di Rembang.
Upaya petugas PLN lembur hingga malam hari, guna menangani saluran udara tegangan tinggi yang ambruk di Rembang.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mempertanyakan 3 hal kepada pihak PLN, terkait kejadian saluran udara tegangan tinggi PLN yang roboh dan menimpa rumah warga di Desa Kabongan Kidul, belakang Kantor Kecamatan Rembang Kota.

Abdul Hafidz menyampaikan masalah tersebut ketika berlangsung Talk Show Halo Bupati Spesial Bupati Mengajar di SMK Muhammadiyah Gunem, Jum’at pagi (28 Februari 2020). Tiga hal itu diantaranya apa penyebab kejadian itu, kapan listrik akan normal kembali dan siapa pihak yang bertanggung jawab menanggung kerusakan bangunan.

“Listrik mati, sing disalahno Bupati, lha urusane opo kok Bupati. Saya langsung panggil PLN. Alhamdulilah sudah terkomunikasi dengan baik. PLN minta waktu paling nggak 2 hari untuk memperbaiki, “ kata Bupati.

Ia meminta masyarakat jangan banyak mengeluh dan mencari kesalahan pihak lain, karena PLN sudah berupaya cepat.

“1 yang roboh, gegere ra karuan. Coba kalau ruboh kabeh koyo Palu waktu gempa bumi. Kita bersyukur saja, kemarin sore, listrik sudah mulai menyala. Ojo sithik-sithik isine ngresulo (mengeluh) dan menjelek-jelekkan, jangan ya, “ tandasnya.

Dari hasil laporan pihak PLN, salah satu penyebab tower listrik ambruk, diduga karena ada orang menggali tanah untuk bahan urukan di sekitar pondasi saluran udara tegangan tinggi. Usai hujan deras, air menggenang dan mempengaruhi labilitas tanah pondasi.

“Saya nggak tahu pastinya seperti apa, tapi informasi itu yang disampaikan oleh pagawai PLN kepada saya, “ imbuh Hafidz.

Tower yang ambruk, menurutnya berusia 8 tahun, sedangkan di lokasi lain bisa kuat sampai puluhan tahun. Maka Bupati meminta PLN meningkatkan monitoring dan evaluasi, sehingga keberadaan tower listrik PLN kuat bertahan lama. Menyangkut perbaikan rumah rusak, PLN siap bertanggung jawab.

“Biar warga saya nggak was-was. Jangan-jangan nanti kena tower ambruk. Saya kira ini musibah, jadi saya minta masyarakat jangan spekulasi. Insyaallah segera selesai, “ pungkasnya.

Sementara itu, 100 an petugas PLN masih terus berupaya membersihkan tower listrik yang ambruk, Selasa malam lalu. Mereka mendirikan tower baru, agar pasokan listrik yang dialirkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke ke gardu induk PLN, dapat kembali normal. Hari Jum’at (28 Februari 2020) ini, pasokan listrik ke wilayah Kabupaten Rembang lebih baik, ketimbang hari Kamis kemarin. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *