Warga Terkejut, Saat Cek Pondasi Tower Listrik Yang Ambruk
Besi cor di pondasi tower listrik yang ambruk. (Foto atas) Polisi memasang police line di sekitar TKP, Rabu (26/02).
Besi cor di pondasi tower listrik yang ambruk. (Foto atas) Polisi memasang police line di sekitar TKP, Rabu (26/02).

Rembang – Pasca ambruknya saluran udara tegangan tinggi (SUTT) listrik di depan Gardu Induk PLN Rembang, membuat masyarakat yang tinggal di bawah tower listrik was-was. Apalagi setelah warga mengecek sendiri pondasi tower yang roboh, mereka menganggap besi cor nya terlalu kecil untuk ukuran tower setinggi dan sebesar itu.

Dul Muin, warga Kedungdoro, Kelurahan Leteh, Rembang mengaku terkejut saat melihat pondasi tower listrik. Ia berpendapat besi cor untuk cakar ayam kurang besar.

Rumahnya kebetulan juga berdekatan dengan saluran udara tegangan tinggi PLN, sehingga memicu kekhawatiran kejadian serupa akan terulang. Dul Muin mendesak pengecekan ulang tower listrik yang berada di lingkungan permukiman. Jangan sampai nyawa warga justru jadi taruhan.

“Dulu saya termasuk yang menolak tanda tangan ketika ada rencana pendirian saluran udara tegangan tinggi. Malah ada kejadian ini, ya saya sendiri khawatir, trauma. Saat saya melihat langsung pondasi tower yang ambruk seperti itu kondisinya, tambah was-was lagi, “ ujar Dul Muin.

Sementara itu di lokasi kejadian, Tim Identifikasi Polres Rembang memasang police line (garis polisi). Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto melalui Kaur Binops Satuan Reserse Dan Kriminal, Iptu AL Sutikna menyatakan pihaknya mengamankan TKP terlebih dahulu. Soal dugaan penyebab, masih dalam tahap penyelidikan.

“Kita periksa saksi-saksi dulu mas. Penyebabnya belum kita simpulkan. Nanti kami juga melibatkan tim laboratorium forensik (Labfor) untuk mendalami, “ terangnya.

Menurut keterangan pers dari pihak PLN, tower roboh diduga karena pengaruh curah hujan tinggi, beberapa hari terakhir ini. Genangan air berdampak pada kekuatan struktur tanah pondasi tower. Selain itu, pembangunan kandang ternak di sekitar tapak tower, dinilai juga membahayakan konstruksi.

Sementara itu, puluhan petugas PLN hingga Rabu siang (26/02) masih fokus melakukan penanganan saluran udara tegangan tinggi yang ambruk. Namun belum bisa dipastikan kapan aliran listrik akan normal kembali di sebagian wilayah Kabupaten Rembang dan Kabupaten Blora. Sejumlah petugas PLN saat dikonfirmasi, menyarankan menunggu keterangan dari pejabat terkait.

Sebelumnya, tower listrik di depan gardu induk PLN Rembang, turut tanah Desa Kabongan Kidul, ambruk sekira pukul 23.26 Wib Selasa malam. Kejadian tersebut juga mengakibatkan 2 korban luka dan 1 rumah rusak berat. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *