“Warga Sudo Berlarian, Saat Banjir Besar Telan Korban”
Simulasi pengungsi bencana banjir berlarian. (Foto atas) Tim SAR memperagakan adegan penyelamatan korban bencana banjir, Selasa (15/01).
Simulasi pengungsi bencana banjir berlarian. (Foto atas) Tim SAR memperagakan adegan penyelamatan korban bencana banjir, Selasa (15/01).

Rembang – Desa Sudo, Kecamatan Sulang diterjang banjir besar, Rabu pagi (15 Januari 2020). Akibatnya rumah-rumah penduduk terendam banjir. Bahkan ada pula warga meninggal dunia, tenggelam terseret banjir.

Warga korban banjir kemudian diarahkan menuju tempat pengungsian. Sedangkan para korban bencana dievakuasi menggunakan perahu karet oleh Tim SAR gabungan. Bagi korban luka mendapatkan penanganan medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten. Termasuk seorang korban meninggal dunia, setelah korban berhasil ditemukan, jenazahnya diidentifikasi oleh aparat Polres Rembang.

Rangkaian peristiwa tersebut, bukanlah kejadian sesungguhnya. Melainkan hanya simulasi atau latihan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam yang berlangsung di pinggir Embung Banyukuwung di perbatasan Desa Sudo Kecamatan Sulang, dengan Desa Sukorejo Kecamatan Sumber, Rabu (15/01).

Dalam simulasi ini, melibatkan personel kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, PMI & Satpol PP. Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan daerahnya rawan bencana banjir, tanah longsor dan abrasi. Melalui simulasi, diharapkan semua pihak terkait siap menghadapi bencana alam.

“Dari 14 kecamatan, 9 kecamatan diantaranya ada gunung. Jadi kerawanan longsor perlu diantisipasi. Kemudian laut kita panjangnya 63 kilo meter, rawan abrasi, “ beber Hafidz.

Soal kesiapan logistik ketika terjadi bencana, dalam kondisi darurat, Pemerintah Kabupaten Rembang bisa membatalkan anggaran kegiatan lain. Setelah itu dana dialokasikan untuk menangani bencana alam.

“Bencana kan nggak bisa diprediksi. Namun kita boleh ambil anggaran dari kegiatan lain yang sudah ditetapkan, untuk menangani bencana. Tapi semoga ya nggak ada bencana, “ terangnya.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly A. Primanto menuturkan begitu terjadi bencana, jangan sampai satu sama lain saling menunggu. Pada simulasi kali ini menunjukkan semua pihak kompak.

“Tidak iren-irenan dan saling njagakke, tapi kita selalu siap. Di sini ada posko kesehatan, dapur umum, posko pengungsian. Jadi ketika berada di lapangan siapa berbuat apa sudah paham, “ kata Kapolres.

Embung Sudo sendiri saat ini kondisi airnya belum begitu banyak. Sebagian besar dasar embung masih kering, karena curah hujan di daerah hulu embung tergolong masih rendah. Ketika air Embung Sudo melimpas, bukan Desa Sudo yang terdampak langsung, tapi biasanya justru Desa Gunungsari, Kuangsan, Pengkol dan Desa Babadan Kec. Kaliori di daerah hilir yang akan terkena imbasnya. (Musyafa Musa).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *