Kenapa Siput Berjalan Lambat dan Mengeluarkan Cairan ?

Pasti sudah tidak asing lagi di telinga kita, mayoritas orang yang terlintas di pikirannya adalah hewan yang paling lambat di dunia. Hal inilah, terkadang orang lain yang jalanya lambat sering kali dijuluki si siput. Namun tahukah Anda kenapa siput berjalan dengan sangat lambat? berapa sih kecepatan siput ketika berjalan? dan kenapa dia mengeluarkan cairan saat berjalan??

Ya . . . Siput berjalan lambat karena kakinya berbeda dari kaki manusia dan hewan lain. Kakinya sebenarnya organ tubuh yang terdiri dari otot-otot. Bentuknya rata, memanjang, dan terletak di bagian paling bawah dari tubuhnya.

Cairan yang dikeluarkan siput adalah lendir. Lendir itu berasal dari kelenjar di dalam tubuhnya, lendir itu berfungsi melicinkan dan melembabkan kakinya sehingga ia bisa mudah berjalan. Lendir juga melindungi tubuhnya agar tidak terluka oleh benda-benda tajam. Maklum, siput kadang berjalan di ranting pohon yang tajam dan bisa saja nangkring di pisau.

Berdasarkan penelitian, siput hanya memiliki kecepatan maksimal 0,03 mil per jam. Dengan asumsi, 1 mil sama dengan 1,609344 km, berarti seekor keong hanya mampu berjalan maksimal sejauh 1,34 cm dalam 1 menit. Rekor ini menjadikan siput sebagai binatang paling lambat di dunia. Sedangkan hewan kedua paling lambat disandang kura-kura raksasa dengan kecepatan 0,13 hingga 0,30 mil per jam.

Dengan kecepatan jalan sebesar itu, siput menjadi sangat mudah ditangkap sejak zaman prasejarah. Siput tergolong ke dalam hewan lunak (mollusca) dari kelas Gastropoda yang berarti berjalan dengan perut. Siput atau bekicot merupakan hewan yang berasal dari Afrika Timur. Meski berjalan sangat lambat, siput sangat mudah berkembang biak. Akibatnya, siput menyebar ke seluruh kawasan dunia.

 

Sumber by google

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *