Tips Memasak Santan agar Tak Kena Kolesterol Tinggi

Makanan khas Indonesia, seperti opor, rendang, gulai, dan lainnya, sering menjadi sajian saat Lebaran. Menu tersebut dimasak menggunakan santan, yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi bila dikonsumsi, apalagi dalam jumlah berlebih.

Untuk diketahui, kolesterol sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu menjalankan fungsinya dengan baik. Namun bila kadarnya berlebih, zat tersebut dapat menumpuk di pembuluh darah dan membentuk sumbatan.

Hal itu mengakibatkan aliran darah mengalami hambatan, sehingga jantung tidak mendapat pasokan darah dan oksigen yang memadai. Peristiwa ini pada akhirnya dapat meningkatkan risiko kejadian penyakit jantung dan serangan jantung. Tak hanya itu, tersumbatnya aliran darah ke otak juga turut meningkatkan risiko stroke di kemudian hari.

Anda pasti tahu bahwa santan berasal dari perasan kelapa yang diparut. Sebenarnya, buah kelapa yang menjadi bahan dasar santan kaya akan serat, vitamin C, E, B1, B3, B5, B6, besi, selenium, sodium, kalsium, magnesium, dan fosfor. Di samping itu, air santan juga tidak mengandung laktosa, sehingga aman dikonsumsi oleh mereka yang mengalami intoleransi laktosa.

Namun, sederet zat gizi tersebut seakan menghilang jika Anda mengolah santan dengan cara yang tidak tepat. Santan yang dimasak hingga mendidih dapat menjadi penyebab meningkatnya kadar  kolesterol di dalam tubuh Anda. Ini karena santan yang dipanaskan hingga mendidih dapat mengubah asam lemak menjadi lemak jenuh. Lemak jenis ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam tubuh, sehingga risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah dan berbagai risiko berbahaya lainnya juga meningkat berlipat ganda.

Oleh karena itu, jika Anda tak ingin mengalami kolesterol tinggi gara-gara makan santan, hindari memasak produk olahan kelapa ini hingga mendidih. Selain itu, hindari pula memanaskan makanan yang mengandung santan hingga berulang kali. Hal ini karena asam lemak pada makanan bersantan yang berulang kali dipanaskan dapat membuat lapisan minyak, yang juga dapat menyebabkan kejadian kolesterol tinggi bila dikonsumsi.

Hal lain yang juga wajib Anda lakukan agar kolesterol tinggi tidak terjadi kemudian adalah membatasi makanan bersantan apa pun jenisnya. Para ahli mengatakan bahwa konsumsi santan sebanyak 1 kali per minggu masih tergolong aman.

Jika ingin lebih aman lagi, Anda dapat mengganti santan dengan susu atau krimer nabati yang dijual bebas di pasaran. Namun sekali lagi, Anda harus benar-benar memperhatikan dan membatasi jumlahnya agar tidak berlebihan.

Memang sangat sulit memisahkan santan dari kandungan lemak jenuh, yang dapat meningkatkan  kolesterol tinggi. Namun, upaya ini wajib Anda lakukan agar penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke tidak terjadi di kemudian hari.

 

Sumber by Google

 

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *