Bagaimana Kupu-kupu Mendapatkan Warna dan Coraknya?

Salah satu hewan yang dianggap paling indah di dunia adalah kupu-kupu. Wujudnya yang anggun semakin cantik dengan berbagai warna yang cerah dan memukau. Tak hanya warna, sayap kupu-kupu juga semakin terlihat indah dengan berbagai corak menarik.

Namun di balik keindahannya, mungkin anda akan bertanya-tanya. Dari mana kupu-kupu mendapatkan sayap semenarik itu? Apa pula yang mempengaruhi corak dan warna kupu-kupu sehingga hampir tidak pernah sama satu sama lain?

Pada dasarnya, kupu-kupu memiliki sayap yang transparan. Berkat sistem struktural dan sistem kimia yang rumit, maka terbentuklah penampilan fisik seperti yang kita ketahui saat ini. Secara umum, corak yang kita lihat serangga ini ditentukan oleh dua sumber, yaitu struktur dan pigmen.

Yang dimaksud dengan pigmen adalah zat kimia yang menyerap panjang gelombang cahaya tertentu dan kemudian merefleksikan atau memantulkannya ke sisi lain. Hasil pantulan itulah yang kemudian menjadi warna kupu-kupu, dan hasilnya bisa saja berbeda tergantung cahaya yang diserap.

Salah satu contohnya adalah warna coklat dan kuning yang terlihat pada kupu-kupu. Warna ini berasal dari melanin yang juga ada dalam kulit manusia. Seperti halnya manusia, semakin banyak sinar yang matahari yang diserap maka melanin yang terbentuk akan semakin banyak, dan menghasilkan warna yang semakin gelap. Melanin juga berperan menciptakan corak atau bintik pada sayap.

Selain melanin, ada zat lain yang juga menentukan warna kupu-kupu. Misalnya ptediridine yang menghasilkan warna merah muda, putih, dan kuning. Namun warna yang dihasilkan memang tak selalu warna pokok. Beberapa kupu-kupu juga memiliki sayap yang merupakan perpaduan dari dua warna yang sama-sama kuat.

Faktor kedua, warna struktural adalah warna yang terbentuk karena struktur khusus yang dimiliki makhluk ini. Sayap yang terlihat tipis dan rapuh ini ternyata memiliki banyak sisik kecil yang saling melapisi, dan dipisahkan oleh kantong udara. Sisik-sisik ini sejatinya berfungsi untuk meningkatkan kualitas aero dinamik kupu-kupu saat terbang. Ujungnya tajam dan menancap kuat pada permukaan sayap, sehingga akan tetap menempel di tempatnya.

Selain sebagai alat untuk membantu keseimbangan, sisik ini juga memberikan warna dan corak pada kupu-kupu. Panjang gelombang cahaya yang diserap menghasilkan pigmen yang tersimpan dalam sisik-sisik ini sehingga menghasilkan warna yang kita kenal.

Selain itu, struktur dan susunan sisik ini juga menciptakan berbagai macam trik/tipuan cahaya, pemantulan, pembiasan, hingga akhirnya membentuk warna kupu-kupu seperti yang kita kenal sekarang. Sistem kerjanya seperti gelembung sabun, di mana saat menerima cahaya dia akan memantulkan berbagai macam warna sesuai dengan kondisi sinar yang mengenainya. Selain itu, kondisi sisik yang saling tumpang tindih juga akan menghasilkan perpaduan warna yang berbeda.

 

Sumber : Google

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *