Ini Bedanya Jerawat Batu dengan Jerawat Biasa

Jerawat adalah masalah kulit yang sangat umum. Biasanya, remaja dan orang dewasa muda lah yang paling rentan mengalami jerawat. Jerawat yang masih tergolong ringan bisa diatasi dengan mudah. Kamu hanya perlu rutin membersihkan wajah dan tidak menyentuh-nyentuh jerawat. Kendati demikian, ada beberapa jenis jerawat yang sulit dihilangkan, seperti jerawat batu.

Jerawat batu berbeda dengan jerawat biasa. Ukuran, penyebab, sampai penanganannya pun berbeda dengan jerawat biasa. Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui perbedaannya supaya dapat menentukan perawatan yang tepat.

Sebenarnya tidak sulit untuk membedakan antara jerawat biasa dan jerawat batu. Berikut perbedaan di antara keduanya:

1. Ukuran

Jerawat biasa ukuranya relatif kecil jika dibandingkan dengan jerawat batu. Pada jerawat batu, ukuran jerawat lebih besar, berwarna merah, dan terasa nyeri akibat kulit meradang. Pada jerawat biasa, mungkin tampak memerah juga. tetapi umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri

2. Penyebab

Penyebab jerawat batu dan jerawat biasa sebenarnya sama. Keduanya bisa disebabkan oleh bakteri, minyak, dan sel kulit mati yang terperangkap di dalam pori-pori. Namun, kondisi jerawat batu lebih parah daripada jerawat biasa. Umumnya, jerawat batu dialami oleh seseorang yang punya tipe kulit berminyak. Jerawat batu juga rentan dialami oleh remaja, wanita, serta individu paruh baya yang memiliki ketidakseimbangan hormon di tubuhnya.

3. Penyembuhan

Masa penyembuhan jerawat biasa tergolong cepat, mungkin hanya beberapa hari sampai satu minggu saja. Penanganannya pun tidak begitu sulit dan biasanya mudah diobati menggunakan obat jerawat yang dijual bebas di pasaran.

Jerawat batu muncul dari lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga penyembuhannya  membutuhkan waktu yang lebih lama mungkin sampai beberapa minggu. Karena terbentuk di lapisan kulit yang lebih dalam, terkadang pengobatan dengan krim atau produk-produk yang dijual di pasaran tidak begitu efektif untuk jerawat batu.

Selain membutuhkan waktu penyembuhan yang lebih lama, jerawat batu juga berisiko menimbulkan bekas. Itu sebabnya, hindari memencet mencet jerawat yang bisa membuatnya semakin meradang sampai menimbulkan infeksi.

Pengobatan jerawat biasa tergolong mudah. Kamu hanya perlu rutin membersihkan wajah, tidak menyentuh jerawat dan memastikan kulit tetap lembap. Supaya waktu penyembuhan semakin cepat, kamu juga bisa mencoba obat jerawat yang banyak dijual di pasaran. Berbeda dengan jerawat biasa, jerawat batu umumnya kurang efektif jika diobati hanya dengan obat-obat jerawat yang dijual di pasaran.

Kamu mungkin perlu berkonsultasi langsung dengan dokter untuk menentukan perawatan yang tepat. Beberapa opsi pengobatan yang bisa dilakukan oleh dokter di antaranya:

  • Antibiotik. Antibiotik berfungsi untuk mengontrol jumlah bakteri dan meredakan peradangan. Namun antibiotik biasanya hanya boleh digunakan dalam jangka pendek. Penggunaan antibiotik dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi terhadap bakteri karena khawatir dapat mengakibatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik.
  • Pil KB. Munculnya jerawat batu bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh. Minum pil KB dapat menyeimbangkan hormon.
  • Retinoid. Krim atau losion yang diresepkan oleh dokter umumnya mengandung retinoid. Retinoid dapat mengatasi pori-pori tersumbat sehingga antibiotik bisa bekerja lebih efektif.
  • Isotretinoin. Obat ini dapat meredakan berbagai penyebab jerawat. Namun, obat ini hanya boleh digunakan melalui resep dokter.
  • Spironolactone. Obat ini bekerja dengan membuang cairan berlebih dari tubuh untuk mengatasi jerawat batu.
  • Suntikan steroid. Dokter juga bisa menyuntikan steroid ke jerawat batu untuk mempercepat penyembuhan.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.