Daging Bebek vs Ayam, Apa Perbedaannya?

Ayam dan bebek menjadi salah satu jenis bahan makanan berprotein tinggi yang paling banyak digunakan untuk olahan masakan setelah daging sapi. Kita bisa melihat sendiri aneka olahan ayam dan bebek yang sangat beragam jumlahnya, terutama dalam kuliner khas Indonesia. Sebut saja ayam atau bebek bakar, ayam atau bebek kremes, ayam atau bebek betutu, ayam atau bebek penyet dan masih banyak lagi.

Ada beberapa alasan mengapa daging bebek dan ayam ini lebih banyak kita jumpai pada olahan masakan Indonesia. Alasan yang pertama adalah sudah pasti karena harganya yang jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan harga daging sapi. Alasan lainnya sudah pasti karena daging bebek atau ayam ini sangat pas dan cocok untuk diolah menjadi masakan tradisional, serta sangat cocok disantap dengan nasi putih hangat yang menjadi makanan utama masyarakat Indonesia.

Berhubung sering dijadikan olahan kuliner tradisional, kita seringkali keliru atau salah membedakan mana daging bebek dan mana daging ayam jika pada menu tidak tertera keterangannya. Sebenarnya Anda bisa melihat beberapa perbedaan yang kasat mata. Bagaimana cara membedakannya yang mudah?

Yang pertama mengenai tampilannya. Jika dilihat dari tampilan luarnya, sebenarnya kamu bisa membedakan daging bebek dan ayam dengan mudah. Daging bebek akan terlihat lebih kurus atau lebih kecil kalau disandingkan dengan daging ayam. Tapi ingat, kalau daging bebek dengan daging ayam kampung, maka akan susah membedakannya karena daging ayam kampung hampir mirip dengan daging bebek. Jika ingin lebih mudah lagi, kamu bisa melihat pada bagian kulitnya. Untuk kulit bebek yang sudah dimasak, terutama digoreng akan terlihat lebih renyah dibandingkan dengan daging ayam karena kadar lemak pada kulit bebek lebih besar dibanding dengan daging ayam.

Yang kedua adalah teksturnya. Sekarang kita lihat dari segi teksturnya sesudah kamu mencicipnya. Untuk tekstur daging ayam, dagingnya jauh lebih tebal dan lebih juicy jika dibandingkan dengan daging bebek, apalagi kalau daging ayam yang digunakan dari ayam ternak atau ayam petelur. Lain halnya dengan daging bebek yang teksturnya lebih kenyal dan cenderung agak alot jika kamu tidak pintar mengolahnya. Hal ini dikarenakan bebek memiliki otot yang lebih banyak dibanding ayam dan lebih sering bergerak sehingga dagingnya cenderung kenyal. Tapi perbandingan ini tidak akan berlaku untuk daging ayam kampung karena tekstur daging ayam kampung hampir serupa dengan daging bebek.

Yang terakhir adalah aroma dan cita rasa. Sekarang kita lihat dari segi aroma dan cita rasanya. Bagi yang sudah pernah mencoba keduanya, pasti bisa merasakan perbedaannya. Untuk aroma dari daging bebek, jika orang yang memasaknya tidak benar, maka akan ada aroma agak amis layaknya olahan seafood. Tapi jika orang tersebut pintar memasaknya, maka aroma tersebut tidak akan tercium. Lain halnya dengan daging ayam yang cenderung tidak berbau. Sedangkan untuk citar asanya, daging bebek dirasa lebih gurih jika dibanding daging ayam. Hal ini disebabkan karena kadar lemak dalam daging bebek lebih tinggi sehingga ketika dimasak, lemak tersebut bisa berubah menjadi minyak alami yang membuat cita rasa olahan bebek jadi lebih lezat.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *