Perbedaan Ayam Kampung dan Broiler, Mana yang Terbaik?

Selain digoreng biasa, ayam bisa diolah menjadi berbagai masakan lezat. Namun, tahukah anda jenis ayam yang baik untuk digunakan?

Ada dua jenis ayam yang populer Indonesia, yakni ayam kampung dan broiler. Lantas, apa saja perbedaannya?

Perbedaan yang pertama adalah harga. Harga menjadi sebuah patokan jenis ayam mana yang kita beli. Apalagi mendekati Lebaran seperti ini, harga-harga bahan pokok bisa meningkat drastis. Umumnya harga ayam kampung akan jauh lebih mahal. Hal tersebut karena ayam kampung memerlukan waktu yang lebih lama dalam proses berkembang biak, yakni sekitar enam bulan. Sedangkan, ayam broiler siap dijual dalam waktu sebulan. Makanya banyak peternak ayam yang fokus mengembangbiakkan ayam broiler.

Meski demikian, daging ayam kampung terasa lebih gurih dan sehat. Tidak seperti ayam broiler yang biasanya mengandung banyak bahan kimia atau obat-obatan.

Yang kedua kandungan nutrisi daging. Kandungan nutrisi seperti kalori dan protein di antara keduanya tidak jauh berbeda. Sama-sama sumber protein yang baik bagi kita. Perbedaannya terletak pada kandungan lemaknya. Karena ada suntikan hormon pada broiler, membuatnya mengandung lemak lebih banyak. Namun, kandungan lemak ini juga bisa tergantung kamu mengolahnya. Daging tanpa kulit memiliki 50 kalori lebih kecil.

Yang ketiga warna. Kalau kamu bingung membedakan jenis ayam, lihatlah pada warnanya. Warna daging ayam kampung cenderung lebih gelap dibandingkan ayam broiler. Perbedaan ini terjadi karena faktor makanan, cara pengembangbiakan, dan lama usia hidup.
Yang keempat ukuran. Ukuran daging ayam kampung lebih kecil dibandingkan broiler yang lebih gemuk dan tebal. Hal ini karena ayam broiler diternak dengan cara diberikan berbagai vitamin dan nutrisi.
Yang kelima tekstur. Kalau kamu pengin masak opor atau gulai dengan cepat, mungkin bisa memilih ayam broiler. Sebab, tekstur daging pada ayam kampung lebih liat, sementara broiler lebih empuk. Alhasil, kamu memerlukan waktu lebih lama kalau mengolah ayam kampung.
Yang keenam adalah kulit.  Kulit ayam kampung biasanya lebih alot, tidak mudah sobek, dan rendah lemak. Sedangkan, ayam broiler lebih mudah sobek dan mengandung banyak lemak.
Yang terakhir adalah ayam kampung lebih sehat. Kalau dari segi kesehatan, kamu pasti sepakat, kan ayam kampung itu lebih sehat. Sebab, mereka mencari makanannya sendiri tanpa diberi perlakuan khusus. Makanya gak heran butuh waktu lama dalam memanennya.

Sedangkan, ayam broiler diberikan banyak perlakuan khusus untuk memberikan hasil lebih baik. Sayangnya, suntikan hormon dan antibiotik dapat memberikan dampak bagi kesehatan kita. Walaupun tidak berdampak secara langsung, lebih baik jangan mengonsumsinya terlalu sering.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *