Anemia dan Darah Rendah, Sama atau Berbeda?

Mungkin kamu familiar dengan istilah anemia dan darah rendah. Mungkin juga kamu mengira bahwa kedua penyakit ini sama. Meskipun gejala dari kedua penyakit ini mirip, namun mereka memiliki arti yang berbeda. Apa perbedaannya?

Anemia atau kurang darah adalah salah satu masalah kesehatan yang sering dialami oleh perempuan. Gejala anemia memiliki kemiripan dengan gejala tekanan darah rendah (hipotensi), yaitu rasa lelah dan pusing.

Itulah sebabnya, banyak orang yang mengira bahwa anemia dan darah rendah itu adalah penyakit yang sama. Padahal, kondisi ini jauh berbeda. Agar kamu dapat melakukan penanganan yang tepat, ketahui perbedaan anemia dan darah rendah.

Lalu apa perbedaan anemia dan darah rendah Anemia terjadi ketika kadar hemoglobin (zat merah darah) dalam tubuh seseorang berada di bawah kisaran normal. Itulah sebabnya anemia sering disebut juga dengan kurang darah. Kadar normal hemoglobin berbeda-beda pada tiap orang, sebab tergantung usia dan jenis kelaminnya. Pada wanita dewasa, kadar normal hemoglobin adalah 12–16 gram per desiliter (gr/dl), sedangkan pada pria dewasa adalah 13,5–18 gram per desiliter.

Seseorang bisa mengalami anemia karena berbagai macam hal, seperti produksi darah yang rendah akibat perdarahan, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12, kekurangan asam folat, ataupun karena adanya penyakit kronis misalnya kanker.

Biasanya para wanita, terutama wanita hamil dan menyusui adalah kelompok orang yang berisiko tinggi mengalami anemia. Itulah mengapa ibu hamil dan menyusui dianjurkan untuk lebih banyak mengonsumsi makanan berzat besi tinggi agar pertumbuhan bayi di dalam kandungannya dapat berlangsung optimal.

Anemia memiliki gejala yang cukup mirip dengan hipotensi, karena kekurangan darah memang bisa turut memengaruhi tekanan darah seseorang menjadi rendah. Gejala anemia bervariasi, diantaranya:

  • Kelelahan;
  • Muka pucat;
  • Jantung berdetak cepat, tapi tak beraturan;
  • sesak nafas;
  • Nyeri dada;
  • Pusing;
  • Gangguan kognitif;
  • Tangan terasa dingin, begitu pula dengan kaki;
  • Sakit kepala.

Tidak hanya gejalanya saja yang mirip, kedua masalah kesehatan tersebut bisa terjadi secara bersamaan, walaupun bisa juga tidak. Sedangkan masalah kesehatan lain, yang kadang-kadang juga terjadi pada wanita adalah hipotensi atau tekanan darah rendah. Masyarakat awam sering menyebutnya dengan istilah darah rendah.

Hipotensi terjadi ketika tekanan darah hanya 90 mmHg/60 mmHg atau kurang. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya merasa pusing dan sempoyongan, terutama saat melakukan perubahan posisi tubuh secara tiba-tiba. Misalnya, tiba-tiba berdiri dari posisi tidur. Kondisi ini disebut juga hipotensi ortostatik.

Hipotensi lebih sering dialami oleh wanita daripada pria, akibat perdarahan yang tidak bisa dihindari oleh wanita, seperti menstruasi atau melahirkan. Selain itu, hipotensi bisa disebabkan karena kehilangan cairan akibat muntah-muntah hebat dan diare serta perdarahan, baik melalui saluran cerna maupun saluran bawah yang terjadi secara tiba-tiba.

Obat-obatan tertentu juga bisa memengaruhi tekanan darah menjadi rendah, antara lain obat anti darah tinggi, obat penenang atau obat diuresis (yang biasanya digunakan untuk merangsang buang air kecil).

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *