Dimakan Langsung atau Dijus, Mana Olahan Buah yang Lebih Sehat?

Buah adalah salah satu makanan paling bernutrisi yang diperlukan oleh tubuh. Setiap orang perlu makan buah setiap harinya. Menurut pakar nutrisi, anak-anak memerlukan sayur dan buah sekitar 300 gram per harinya. Lalu, orang dewasa memerlukan satu setengah bahkan dua kali lipat kebutuhan anak-anak, yakni sekitar 600 hingga 800 gram. Sampai saat ini, untuk mengonsumsi buah dan sayur biasanya orang memilih untuk memakan langsung atau pun menjadikannya jus. Nah, dari kedua cara tersebut, mana sih yang sebenarnya lebih menyehatkan?

Sudah bukan sebuah rahasia kalau rata-rata orang Indonesia tidak menyukai makan buah dan sayur. Padahal, pusat dari buah dan sayur terbanyak yang ada di dunia salah satunya ada di Indonesia. Dari sebuah survei yang dilakukan di tahun 2016 lalu sudah terbukti kalau konsumsi buah dan sayur masyarakat Indonesia per kapitanya hanya 173 gram setiap hari. Padahal, kebutuhan nutrisi buah dan sayur per hari-nya untuk orang dewasa dibutuhkan minimal 600 gram. Jumlah yang cukup jauh dari seharusnya.
Banyak alasan orang tidak menyukai makanan dari buah dan sayur. Alasan paling tinggi biasanya karena rasanya yang memang tidak senikmat makanan lainnya. Untuk itulah, mengolah buah menjadi jus adalah salah satu langkah tepat agar masyarakat mau mengonsumsi buah. Orang yang tidak suka rasa buah dan sayur biasanya lebih menyukai jus karena jus bisa ditambah rasa manis lain mulai dari gula, susu, atau pun cokelat.
Seorang ahli nutrisi yang berasal dari Australia pernah menyatakan kalau jus tidak sama dengan buah. Dari strukturnya saja sudah sangat berbeda. Buah utuh butuh untuk dikunyah terlebih dahulu sedangkan jus hanya perlu diminum. Untuk itu, mengonsumsi satu buah tentunya akan memakan waktu lebih lama dibandingkan mengonsumsi satu buah jus.
Ketika buah dikunyah, hasil air liur yang dihasilkan akan lebih banyak. Tidak heran jika akhirnya Anda akan lebih mudah merasa kenyang kalau memakan langsung buah dibandingkan dengan mengolahnya menjadi jus. Pada dasarnya, jus adalah sebuah minuman yang tidak begitu mengenyangkan. Meskipun demikian, kombinasi gula alami yang terdapat di dalam jus membuat nutrisi jus bisa lebih cepat terserap ke dalam aliran darah dibandingkan dengan buah utuh.
Buah mengandung serat alami yang sangat baik untuk tubuh. Banyak sekali fungsi serat buah untuk tubuh. Salah satunya yang paling terkenal adalah bisa melancarkan pencernaan. Sudah bukan rahasia lagi kalau Anda yang hobi memakan buah tidak akan mengalami pengerasan feses. Buang air besar pun menjadi lebih lancar. Tidak hanya itu, serat dalam buah bisa membantu mengikat kolesterol untuk dibuah melalui feses.
Serat di dalam buah ternyata juga baik untuk mengontrol kadar gula dalam darah. Untuk itu, Anda yang menderita diabetes atau rawan terkena risiko penyakit tersebut, sangat perlu untuk mengonsumsi buah. Hanya saja, ketika buah dijus, serat paling alami dari buah biasanya juga ikut hilang. Hal itu juga akhirnya membuat fungsi serat buah untuk mengontrol gula juga bisa berkurang. Jadi, meskipun rasa jus lebih nikmat, serat alami buah yang sangat bermanfaat itu ikut hilang.
Vitamin yang terdapat dalam buah tidak hanya ada pada buahnya. Beberapa kulit dari jenis buah tertentu bahkan memiliki vitamin yang jauh lebih besar dibandingkan isinya. Nah, mengonsumsi buah dalam bentuk jus memang menghilangkan cukup banyak serat buah. Akan tetapi, kalau Anda tidak menghilangkan kulit buah maka vitamin jus yang akan didapatkan pun akan lebih banyak.
Jenis kulit buah seperti apel pasti bisa dimakan langsung. Akan tetapi, ada beberapa jenis kulit buah bervitamin tinggi yang tidak bisa dijus. Beberapa kulit buah tersebut adalah kulit jeruk, mangga, semangka, timun, dan masih banyak lagi. Jenis kulit buah tersebut tentu tidak bisa dimakan langsung, ya. Kalau Anda ingin mendapatkan vitamin tinggi, bisa mengolahnya menjadi jus. Dengan begitu, nutrisi dan vitamin untuk jus Anda juga semakin tinggi.
admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *